MASALAH KENAKALAN
REMAJA DAN CARA MENGATASINYA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kenakalan remaja di era
modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang
sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal
lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat
brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala
saya sendiri ketika beberapa anak remaja wanita meminum minuman keras dan
sambil mengisap sebatang rokok baru baru ini.
Masa remaja secara umum
merupakan peralihan transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja.
Sebenarnya kenakalan remaja itu timbul akibat dari ketidak mampuan
anak dalam menghadapi tugas perkembangan remaja yang harus dipenuhi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Tugas
Perkembangan Remaja
Pada masa remaja banyak
sekali perubahan yang terjadi pada diri anak, baik segi psikis maupun fisiknya.
Dalam segi psikis banyak teori-teori perkembangan yang memaparkan
ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari
tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi
pada dirinya maupun akibat perubahan pada lingkungan. Jika tidak diwaspadai,
perubahan-perubahan psikis yang terjadi sebagai tugas perkembangan remaja itu
akan berdampak negatif pada remaja.
Menurut Hurlock (1973)
ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas
tersebut, yaitu :
1.
Masalah
pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan
kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian
sosial, tugas dan nilai-nilai.
2.
Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat
status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian,
kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak
yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.
Remaja masa kini banyak sekali tekanan-tekanan yang mereka dapatkan, mulai
dari perkembangan fisiologi, ditambah dengan kondisi lingkungan dan sosial
budaya serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Hal ini dapat
mengakibatkan munculnya masalah-masalah psikologis berupa
gangguan penyesuaian diri atau perilaku yang mengakibatkan bentuk penyimpangan
perilaku
B. Faktor
Timbulnya Kenakalan Remaja
Faktor
lingkungan merupakan peran untama dalam membantu masa remaja untuk
menyelesaikan tugas perkembangannya.
1.
Keluarga
resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian
menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar
dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dalam keluarga sehat atau harmonis
(sakinah).
2.
Sekolah
Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses
belajar mengajar anak didik, yang pada gilirannya dapat memberikan
“peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Misalnya, kurikulum
sekolah yang sering berganti-ganti, muatan agama/budi pekerti yang kurang.
3. Kondisi Masyarakat
Faktor
kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”, merupakan faktor
yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Faktor
lingkungan yang sehat misalnya:ini dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu pertama,
faktor kerawanan masyarakat dan kedua, faktor daerah rawan (gangguan
kamtibmas). Kriteria dari kedua faktor tersebut, antara lain:
a. Tempat-tempat hiburan yang buka hingga
larut malambahkan sampai dini hari
b. Peredaran alkohol, narkotika,
obat-obatan terlarang lainnya
c. Pengangguran
d. Anak-anak putus sekolah/anak jalanan
e. Wanita tuna susila (wts)
f. Beredarnya bacaan, tontonan, TV,
Majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan
g. Perumahan kumuh dan padat
h. Pencemaran lingkungan
i.
Tindak
kekerasan dan kriminalitas
j.
Kesenjangan
sosial
C. Cara
Mengatasi
1.
Perlunya kasih
sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
2.
Adanya
pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang.
Contoh:
kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan
apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita
sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus
ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.
3.
Biarkanlah dia bergaul dengan teman
yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena
apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya
dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa
gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.
4.
Pengawasan
yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio,
handphone, dll
5.
Perlunya
bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak
menghabiskan waktunya selain di rumah.
6. Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini,
seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman
kepercayaannya.
7. Kita perlu mendukung hobi yang dia
inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah
hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama
bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan
kepercayaan dirinya.
8. Anda sebagai orang tua harus
menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat
membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.