PENGARUH DRAMA KOREA/MUSIK KOREA TERHADAP REMAJA
BAB I
1.1 Latar
Belakang
Budaya dari Negara Korea sudah tersebar dan disukai di kalangan para remaja.
Ratusan judul drama, musik pop, serial, film, game, hingga boyband yang berbau
korea diputar dan dipertontonkan di layar televisi Indonesia dalam beberapa
tahun terakhir ini. Hal ini pun disukai banyak para remaja terutama remaja
Indonesia.
Korea,
sekaligus budaya di dalamnya, memiliki daya tarik yang luar biasa dan
mengakibatkan jumlah penggemarnya naik dari tahun ke tahun. Para remaja
tertarik pada budaya Korea karena keunikan dibidang kuliner maupun
Entertainment. Kini Penggemar Korea pun sudah menyebar kemana-mana, terutama
Indonesia. Di awali dengan film “Boy Before Flower” pada tanggal 5 Januari
tahun 2009 dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2009.
Tidak
hanya drama saja yang mulai mempengaruhi remaja Indonesia, tetapi Boyband Dan
Girlband pun mulai digemari oleh kalangan remaja terutama Indonesia. Bukan
hanya remaja yang menyukainya, bahkan anak kecil maupun orang dewasa menyukai
nya. Alsan kalangan remaja maupun kalangan dewasa menyukai Boyband dan Girlband
Korea karena ketampanan ataupun kecantikan yang dimiliki oleh Boyband ataupun
Girlband tersebut, hal kedua yang mereka sukai adalah lagu dan aksi dance yang
dibawakan oleh Boyband dan Girlband itu sendiri. Gaya yang dipakai oleh Boyband
dan Girlband Korea pun di ikuti oleh kalangan remaja saat ini dan menganggap
bahwa style tersebut adalah trend masa kini.
Indonesia
tidak luput dari pengaruh Korean Wave. Kegilaan fandom ini boleh dikatakan
tidak jauh berbeda dibandingkan kota besar lainnya di Indonesia. Di sepanjang
jalan dengan mudah kita temui pengaruh Korean Wave. Bukan hanya sepanjang
jalan, tetapi di rumah makan, ataupun di sebuah pusat perbelanjaan. Sudah
banyak yang mengikuti fashion Korea untuk kesehariannya, seperti saat seseorang
ingin pergi berbelanja disebuah Mall. Bukan hanya segi fashion yang di anggap
sebagai trend, bahkan alat make-up, elektronik, Maupun gadget buatan korea pun
menjadi incaran.
Pecinta
Korea yang menganggap dirinya sebagai pecinta sejati akan mengajak
teman-temannya untuk membuntuk sebuah fandom Korea atau biasa disebut dengan
Fans, misalnya: E.L.F, EXO-L, Sone.
BAB II
2.1 Gaya
Hidup
Setiap remaja memiliki gaya hidupnya masing masing,
terutama bagi mereka yang memiliki prinsip untuk mengikuti fashion sang idola.
Gaya hidup di anggap sebagai tata cara hidup yang mencerminkan nilai dan sikap
diri seseorang. Gaya hidup merupakan adaptasi aktif individu terhadap kondisi
sosial dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk menyatu dan bersosialisasi dengan
orang lain. Unsur-Unsur yang membenuk
gaya hidup meliputi cara berpakaian, cara kerja, cara mengkonsumsi makanan, dan
bagaimana cara individu mengisi kesehariannya. Gaya hidup tidak lepas dari
konsumerimse. Dengan menjalankan gaya hidup, berarti kita telah mengkonsumsi
produk yang menjadi pusat gaya hidup para remaja.
Penggemar budaya K-POP pun dapat dilihat sebagai
sub-kultur. Mereka memiliki serangkaian nilai yang sama, hanya saja yang
berbeda mungkin dominannya saja. Penggemar budaya K-POP juga memiliki gayanya
tersendiri, seperti cara berbicara yang khas dicampur dengan bahasa Indonesia
dan Korea. Beberapa kalangan remaja juga mengikuti trend fashion yang digunakan
oleh idolanya, dan juga pemilihan kosmetik pun juga mengikuti trend idolanya
masing masing.
Industry K-POP tidak akan seperti sekarang jika
bukan karena adanya penggemar. Dengan waktu yang singkat sang idol akan
mendapatkan ratusan penggemar, ribuan, bahkan jutaan.
2.2 Munculnya
Pengaruh Budaya
2.2.1
Drama korea
Drama
korea merupakan sebuah acara yang ditayankan disalah satu stasiun televise
untuk di tayangkan dan ditonton oleh penonton. Salah satu perusaahan TV di
korea rela mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi drama.
Drama
korea beserta musik merupakan produk utama yang di nikmati. Bukan hanya di
dalam Negeri, namun di berbagai Negara seperti Indonesia.
Drama
Korea sangat popular di Indonesia sejak tahun 2002 – 2005. Drama drama tersebut
antara lain: Glass Shoes, Endless Love, Sorry I Love You. Bukan hanya Drama
romantis saja, tetapi ada juga drama komedi yang sangat popular, seperti Fall
House, Sassy Girl. Pada tahun 2008 – 2009 Drama Korea dikagetkan oleh Boys
Before Flower yang tingkat perhatian dan ratingnya naik dengan cepat terlebih
mendapatkan perhatian dari beberapa kalangan remaja di Indonesia.
Drama
Korea banyak menampilkan kisah-kisah berlatar belakang sejarah dan kebudayaan
khas Korea. Dari kisah kisah tersebut kita dapat belajar bahwa meskipun Korea
Negara modern, mereka tetap berpegang teguh pada adat timur.
2.2.2
Musik (K-POP)
K-POP
alias Boyband ataupun Girlband asal Korea sangat disukai oleh remaja mulai dari
personality, Fisik, Lagu, dan Dance, K-POP yang booming pertamakali adalah
Shinee, Teen Top, BigBang, 2PM, 2AM, Super Junior, Girls Generation (SNSD),
Wonder Girls, dan masih banyak lagi.
2.2.3
Model Fashion Korea
Fashion
asal Korea sangat bervariasi. Model – model yang sangat trend dan di minati
banyak orang telah berhasil memasuki pasaran penjualan pakaian di Indonesia.
Pakaian ini pun sangat diminati di kalangan remaja. Dan biasanya pakaian yang
diminati oleh kalangan remaja adalah long dress.
2.3 Kegemaran
Remaja
Semua
kalangan anak remaja pasti memiliki kegemaran, sosok pantan dan mungkin
mengidolakan seseorang. Kegemaran pada sang idola biasanya disebut dengan fans.
Fans di ambil dari kata fanatisme yakni sebuah keadaan dimana seseorang atau
sebuah kelompok menganut satu idola Boyband atau Girlband dengan cara yang
berlebihan sehingga berdampak negative
bahkan dapat menimbulkan konflik yang serius. Mereka tidak segan – segan untuk
mencari infomrmasi sebanyak-banyaknya tenang sang idola.
Remaja
di Indonesia sudah dirasuki oleh beberapa budaya Korea seperti Boyband dan
Girlband. Kalangan remaja yang dirasuki kebanyakan dari kalangan gadis – gadis
belia. Mereka yangs angat menggemari sang idola nya tidak segan – segan untuk
mencari informasi, mengunduh lagu dan video yang dimili oleh sang idola.
Biasanya file yang mereka unduh berukuran 1GB bahkan lebih. Bukan hanya
perempuan saja yang sudah dipengaruhi oleh budaya Korea. Laki – laki pun sudah
terpengaruh dengan adanya Girlband, seperti SNSD. Mereka tidak segan – segan
langsung memesan CD original secara online.
Tidak
hanya mengikuti perkembangan sang idola, mereka tidak malu berkata kasar jika
sang idola di cemooh oleh orang lain yang hanya sekedar tau tentang sedikit
informasi dari sang idola.
Fans
tidak dapat dipisahkan dari seorang Entertainer. Namun apakah harus bertikdan berlebihan?
Tidak. Seseorang tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada orang lain secara
sepihak.
BAB III
3.1
Pembahasan
Budaya
korea sangat bervarisi dan luas, ada beberapa alsan mereka menyukai budaya
Korea:
Penggemar yang menyukai drama Korea. Biasanya mereka
akan mengikuti gaya bicara pada sang idola yang dilakukan di drama tersebut
Penggemar yang menyukai Musik Korea. Biasanya mereka
akan menghafal beberapa lirik lagu dari sang idolanya
Penggemar yang menyukai fashion Korea. Biasanya
mereka akan membeli seluruh atribut yang digunakan sang idola. Contohnya make
up yang di pakai oleh member SNSD, atau baju yang digunakan oleh Chanyeol.
Fans yang mengikuti sang idola dapat dikategorikan sebagai paling banyak
peminatnya dan mendominasi dibandingkan budaya Korea lainnya seperti kartun dan
buku – buku terjemahan Korea. Sebagai penikmat budaya Korea, respon yang di
terima oleh sang idola pun bersifat positif. Mereka tidak hanya menikmati satu
jenis K-POP saja, mereka juga menyukai drama, Entertain dan lain sebagainya.
Dengan kata lain, biarpun mereka adalah anggota dari sebuah fandom, mereka
hanyalah individu yang berbeda namun memiliki kesukaan yang sama dan menyikapi
budaya K-POP secarapositif.
BAB IV
4.1
Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
1.
Kasus penyebaran budaya Korea di Indonesia sudah terjadi dalam hal selera
dimana pemilih tayangan hiburan lebih dominan pada Korea, sehingga selera
Indonesia berpusat kepada Korea. Bukan hanya K-POP dan drama saja yang menjadi
pusak kalangan remaja. Fashion yang dikenakan oleh sang idola pun juga berpusat
kepada kalangan remaja yang sangat menggemari sang idola secara fanatik.
2.
pengaruh sosial keluarga dan lingkuna juga cukup kuat pada diri sendiri.
Mempengaruhi tingkat dominasi budaya K-POP dikalangan para remaja. Dalam
pemebntukan sebuah fandom nareasumber merasakan identiitas Korea mereka sebagai
suatu yang ekskulsif, sebagai seseorang yang sangat Korea dan tidak
memperdulikan orang lain. Apabila ia menemukan orang disekitar dan tidak menyukai
Korea, maka ia akan meninggalkannya. Ini menunjukan bahwa pengaruh budaya K-POP
yang disebar melalui beberapa media bahwa media disini bukan factor penentu
utama dalam menentukan sikap khalayak media yang aktif.
2. Saran
1.
Sebagai penggemar seharusnya kita sadar bahwa pengaruh budaya asing semakin
lama semakin berkembang. Tidak semua yang ditawarkan media itu bersifat
positif. Perlu adanya pertimbangan terhadap setiap program yang kita saksikan
melewati media televisi. Kenapa tidak kita besarkan budaya kita sendiri yaitu
Indonesia.
2.
dengan adanya satu kebijakan upaya dari pemerintah untuk menamba anggaran di
bidang pendidikan kebudayaan agar generasi – generasi bisa bangga terhadap
budaya Indonesia. Banyak sekali generasi muda yang mengabaikan budaya
Indoneisa. Hal ini menyebabkan kekurangan informasi budaya Indonesia terhadap
generasi – generasi muda.