Kamis, 09 November 2017

Analisis Masalah Remaja Dan Cara Penggunaan

MASALAH KENAKALAN REMAJA DAN CARA MENGATASINYA
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika beberapa anak remaja wanita meminum minuman keras dan sambil mengisap sebatang rokok baru baru ini.
Masa remaja secara umum merupakan peralihan transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Sebenarnya kenakalan remaja itu timbul akibat dari ketidak mampuan anak dalam menghadapi tugas perkembangan remaja yang harus dipenuhi.









BAB II
PEMBAHASAN
A.    Tugas Perkembangan Remaja
Pada masa remaja banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri anak, baik segi psikis maupun fisiknya. Dalam segi psikis banyak teori-teori perkembangan yang memaparkan ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan pada lingkungan. Jika tidak diwaspadai, perubahan-perubahan psikis yang terjadi sebagai tugas perkembangan remaja itu akan berdampak negatif pada remaja.
Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu :
1.      Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.
2.      Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.
Remaja masa kini banyak sekali tekanan-tekanan yang mereka dapatkan, mulai dari perkembangan fisiologi, ditambah dengan kondisi lingkungan dan sosial budaya serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya masalah-masalah psikologis berupa gangguan penyesuaian diri atau perilaku yang mengakibatkan bentuk penyimpangan perilaku
B.     Faktor Timbulnya Kenakalan Remaja
Faktor lingkungan merupakan peran untama dalam membantu masa remaja untuk menyelesaikan tugas perkembangannya.


1.      Keluarga
resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dalam keluarga sehat atau harmonis (sakinah).
2.      Sekolah
Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik, yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Misalnya, kurikulum sekolah yang sering berganti-ganti, muatan agama/budi pekerti yang kurang.
3.      Kondisi Masyarakat
Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”, merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Faktor lingkungan yang sehat misalnya:ini dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu pertama, faktor kerawanan masyarakat dan kedua, faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). Kriteria dari kedua faktor tersebut, antara lain:
a.       Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari
b.      Peredaran alkohol, narkotika, obat-obatan terlarang lainnya
c.       Pengangguran
d.      Anak-anak putus sekolah/anak jalanan
e.       Wanita tuna susila (wts)
f.       Beredarnya bacaan, tontonan, TV, Majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan
g.      Perumahan kumuh dan padat
h.      Pencemaran lingkungan
i.        Tindak kekerasan dan kriminalitas
j.        Kesenjangan sosial



C.     Cara Mengatasi
1.      Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
2.      Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang.
Contoh: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.
3.       Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.
4.      Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll
5.      Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
6.      Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
7.      Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.
8.      Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.







Sabtu, 14 Oktober 2017

Pengaruh Budaya Asing Terhadap Msyarakat

PENGARUH  DRAMA KOREA/MUSIK KOREA TERHADAP REMAJA

BAB I
1.1  Latar Belakang
              Budaya dari Negara Korea sudah tersebar dan disukai di kalangan para remaja. Ratusan judul drama, musik pop, serial, film, game, hingga boyband yang berbau korea diputar dan dipertontonkan di layar televisi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini pun disukai banyak para remaja terutama remaja Indonesia.
            Korea, sekaligus budaya di dalamnya, memiliki daya tarik yang luar biasa dan mengakibatkan jumlah penggemarnya naik dari tahun ke tahun. Para remaja tertarik pada budaya Korea karena keunikan dibidang kuliner maupun Entertainment. Kini Penggemar Korea pun sudah menyebar kemana-mana, terutama Indonesia. Di awali dengan film “Boy Before Flower” pada tanggal 5 Januari tahun 2009 dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2009.
            Tidak hanya drama saja yang mulai mempengaruhi remaja Indonesia, tetapi Boyband Dan Girlband pun mulai digemari oleh kalangan remaja terutama Indonesia. Bukan hanya remaja yang menyukainya, bahkan anak kecil maupun orang dewasa menyukai nya. Alsan kalangan remaja maupun kalangan dewasa menyukai Boyband dan Girlband Korea karena ketampanan ataupun kecantikan yang dimiliki oleh Boyband ataupun Girlband tersebut, hal kedua yang mereka sukai adalah lagu dan aksi dance yang dibawakan oleh Boyband dan Girlband itu sendiri. Gaya yang dipakai oleh Boyband dan Girlband Korea pun di ikuti oleh kalangan remaja saat ini dan menganggap bahwa style tersebut adalah trend masa kini.
            Indonesia tidak luput dari pengaruh Korean Wave. Kegilaan fandom ini boleh dikatakan tidak jauh berbeda dibandingkan kota besar lainnya di Indonesia. Di sepanjang jalan dengan mudah kita temui pengaruh Korean Wave. Bukan hanya sepanjang jalan, tetapi di rumah makan, ataupun di sebuah pusat perbelanjaan. Sudah banyak yang mengikuti fashion Korea untuk kesehariannya, seperti saat seseorang ingin pergi berbelanja disebuah Mall. Bukan hanya segi fashion yang di anggap sebagai trend, bahkan alat make-up, elektronik, Maupun gadget buatan korea pun menjadi incaran.
            Pecinta Korea yang menganggap dirinya sebagai pecinta sejati akan mengajak teman-temannya untuk membuntuk sebuah fandom Korea atau biasa disebut dengan Fans, misalnya: E.L.F, EXO-L, Sone.



BAB II
2.1  Gaya Hidup
Setiap remaja memiliki gaya hidupnya masing masing, terutama bagi mereka yang memiliki prinsip untuk mengikuti fashion sang idola. Gaya hidup di anggap sebagai tata cara hidup yang mencerminkan nilai dan sikap diri seseorang. Gaya hidup merupakan adaptasi aktif individu terhadap kondisi sosial dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk menyatu dan bersosialisasi dengan orang lain.  Unsur-Unsur yang membenuk gaya hidup meliputi cara berpakaian, cara kerja, cara mengkonsumsi makanan, dan bagaimana cara individu mengisi kesehariannya. Gaya hidup tidak lepas dari konsumerimse. Dengan menjalankan gaya hidup, berarti kita telah mengkonsumsi produk yang menjadi pusat gaya hidup para remaja.
Penggemar budaya K-POP pun dapat dilihat sebagai sub-kultur. Mereka memiliki serangkaian nilai yang sama, hanya saja yang berbeda mungkin dominannya saja. Penggemar budaya K-POP juga memiliki gayanya tersendiri, seperti cara berbicara yang khas dicampur dengan bahasa Indonesia dan Korea. Beberapa kalangan remaja juga mengikuti trend fashion yang digunakan oleh idolanya, dan juga pemilihan kosmetik pun juga mengikuti trend idolanya masing masing.
Industry K-POP tidak akan seperti sekarang jika bukan karena adanya penggemar. Dengan waktu yang singkat sang idol akan mendapatkan ratusan penggemar, ribuan, bahkan jutaan.

2.2  Munculnya Pengaruh Budaya
   2.2.1 Drama korea
            Drama korea merupakan sebuah acara yang ditayankan disalah satu stasiun televise untuk di tayangkan dan ditonton oleh penonton. Salah satu perusaahan TV di korea rela mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi drama.
            Drama korea beserta musik merupakan produk utama yang di nikmati. Bukan hanya di dalam Negeri, namun di berbagai Negara seperti Indonesia.
            Drama Korea sangat popular di Indonesia sejak tahun 2002 – 2005. Drama drama tersebut antara lain: Glass Shoes, Endless Love, Sorry I Love You. Bukan hanya Drama romantis saja, tetapi ada juga drama komedi yang sangat popular, seperti Fall House, Sassy Girl. Pada tahun 2008 – 2009 Drama Korea dikagetkan oleh Boys Before Flower yang tingkat perhatian dan ratingnya naik dengan cepat terlebih mendapatkan perhatian dari beberapa kalangan remaja di Indonesia.
            Drama Korea banyak menampilkan kisah-kisah berlatar belakang sejarah dan kebudayaan khas Korea. Dari kisah kisah tersebut kita dapat belajar bahwa meskipun Korea Negara modern, mereka tetap berpegang teguh pada adat timur.
   2.2.2 Musik (K-POP)
            K-POP alias Boyband ataupun Girlband asal Korea sangat disukai oleh remaja mulai dari personality, Fisik, Lagu, dan Dance, K-POP yang booming pertamakali adalah Shinee, Teen Top, BigBang, 2PM, 2AM, Super Junior, Girls Generation (SNSD), Wonder Girls, dan masih banyak lagi.
   2.2.3 Model Fashion Korea
            Fashion asal Korea sangat bervariasi. Model – model yang sangat trend dan di minati banyak orang telah berhasil memasuki pasaran penjualan pakaian di Indonesia. Pakaian ini pun sangat diminati di kalangan remaja. Dan biasanya pakaian yang diminati oleh kalangan remaja adalah long dress.

2.3  Kegemaran Remaja
            Semua kalangan anak remaja pasti memiliki kegemaran, sosok pantan dan mungkin mengidolakan seseorang. Kegemaran pada sang idola biasanya disebut dengan fans. Fans di ambil dari kata fanatisme yakni sebuah keadaan dimana seseorang atau sebuah kelompok menganut satu idola Boyband atau Girlband dengan cara yang berlebihan  sehingga berdampak negative bahkan dapat menimbulkan konflik yang serius. Mereka tidak segan – segan untuk mencari infomrmasi sebanyak-banyaknya tenang sang idola.
            Remaja di Indonesia sudah dirasuki oleh beberapa budaya Korea seperti Boyband dan Girlband. Kalangan remaja yang dirasuki kebanyakan dari kalangan gadis – gadis belia. Mereka yangs angat menggemari sang idola nya tidak segan – segan untuk mencari informasi, mengunduh lagu dan video yang dimili oleh sang idola. Biasanya file yang mereka unduh berukuran 1GB bahkan lebih. Bukan hanya perempuan saja yang sudah dipengaruhi oleh budaya Korea. Laki – laki pun sudah terpengaruh dengan adanya Girlband, seperti SNSD. Mereka tidak segan – segan langsung memesan CD original secara online.
            Tidak hanya mengikuti perkembangan sang idola, mereka tidak malu berkata kasar jika sang idola di cemooh oleh orang lain yang hanya sekedar tau tentang sedikit informasi dari sang idola.
            Fans tidak dapat dipisahkan dari seorang Entertainer. Namun apakah harus bertikdan berlebihan? Tidak. Seseorang tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada orang lain secara sepihak.


BAB III
3.1 Pembahasan
            Budaya korea sangat bervarisi dan luas, ada beberapa alsan mereka menyukai budaya Korea:
Penggemar yang menyukai drama Korea. Biasanya mereka akan mengikuti gaya bicara pada sang idola yang dilakukan di drama tersebut
Penggemar yang menyukai Musik Korea. Biasanya mereka akan menghafal beberapa lirik lagu dari sang idolanya
Penggemar yang menyukai fashion Korea. Biasanya mereka akan membeli seluruh atribut yang digunakan sang idola. Contohnya make up yang di pakai oleh member SNSD, atau baju yang digunakan oleh Chanyeol. 
Fans yang mengikuti sang idola  dapat dikategorikan sebagai paling banyak peminatnya dan mendominasi dibandingkan budaya Korea lainnya seperti kartun dan buku – buku terjemahan Korea. Sebagai penikmat budaya Korea, respon yang di terima oleh sang idola pun bersifat positif. Mereka tidak hanya menikmati satu jenis K-POP saja, mereka juga menyukai drama, Entertain dan lain sebagainya. Dengan kata lain, biarpun mereka adalah anggota dari sebuah fandom, mereka hanyalah individu yang berbeda namun memiliki kesukaan yang sama dan menyikapi budaya K-POP secarapositif.


BAB IV
4.1 Kesimpulan dan Saran
            1. Kesimpulan
                        1. Kasus penyebaran budaya Korea di Indonesia sudah terjadi dalam hal selera dimana pemilih tayangan hiburan lebih dominan pada Korea, sehingga selera Indonesia berpusat kepada Korea. Bukan hanya K-POP dan drama saja yang menjadi pusak kalangan remaja. Fashion yang dikenakan oleh sang idola pun juga berpusat kepada kalangan remaja yang sangat menggemari sang idola secara fanatik.
                        2. pengaruh sosial keluarga dan lingkuna juga cukup kuat pada diri sendiri. Mempengaruhi tingkat dominasi budaya K-POP dikalangan para remaja. Dalam pemebntukan sebuah fandom nareasumber merasakan identiitas Korea mereka sebagai suatu yang ekskulsif, sebagai seseorang yang sangat Korea dan tidak memperdulikan orang lain. Apabila ia menemukan orang disekitar dan tidak menyukai Korea, maka ia akan meninggalkannya. Ini menunjukan bahwa pengaruh budaya K-POP yang disebar melalui beberapa media bahwa media disini bukan factor penentu utama dalam menentukan sikap khalayak media yang aktif.

            2. Saran
                        1. Sebagai penggemar seharusnya kita sadar bahwa pengaruh budaya asing semakin lama semakin berkembang. Tidak semua yang ditawarkan media itu bersifat positif. Perlu adanya pertimbangan terhadap setiap program yang kita saksikan melewati media televisi. Kenapa tidak kita besarkan budaya kita sendiri yaitu Indonesia.
                        2. dengan adanya satu kebijakan upaya dari pemerintah untuk menamba anggaran di bidang pendidikan kebudayaan agar generasi – generasi bisa bangga terhadap budaya Indonesia. Banyak sekali generasi muda yang mengabaikan budaya Indoneisa. Hal ini menyebabkan kekurangan informasi budaya Indonesia terhadap generasi – generasi muda.